Other Personal Loan, Personal Debt Articles
|
19:51 October 15, 2008 | All news from "Personal Loan, Personal Debt" Jamannya Ngutang Tanpa JaminanKebutuhan mendadak selalu saja bisa muncul sewaktu-waktu. Mulai keinginan memperbaiki rumah menjelang musim hujan, melunasi hutang kartu kredit yang menumpuk, uang muka untuk kredit kendaraan yang diincar, atau mengganti peralatan elektronik yang sudah rusak. Semuanya perlu dana tunai. Susahnya, dompet lagi kempes padahal kebutuhan tidak bisa ditunda lagi.
Solusinya memang harus pinjam uang. Tapi soal gengsi bisa jadi masalah. Jangan kuatir, lirik saja tawaran Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang lagi gencar ditawarkan bank-bank. Namanya saja tanpa agunan, sehingga tak perlu repot-repot lagi membawabawa barang sebagai jaminan. Malahan jika semua persyaratan sudah lengkap dibawa, tanpa perlu waktu lama pinjaman akan segera cair. Masalah dana tunai pun selesai seketika. Pihak bank pun tak akan bertanya menyelidik akan diapakan duit pinjaman mereka. Pokoknya, penggunaannya terserah nasabah. Enak bukan?
Kebutuhan konsumen akan dana tunai secara cepat inilah yang disadari oleh kalangan perbankan sebagai sebuah peluang bisnis yang menggiurkan. Pemendekan rantai birokrasi dalam proses pencairan dana menjadi senjata utamanya. Hanya saja sebagai kompensasinya clan sekaligus sebagai bagian dari sisi pengelolaan resiko oleh bank, maka biasanya bunga atas KTA relatif lebih tinggi dibanding pinjaman yang mensyaratkan adanya agunan.
Peluang ini secara jeli dimanfaatkan oleh Bank Standard Chartered (Stanchard). Bank asing yang berpusat di London ini tercatat sudah mulai menggarap pasar KTA di pertengahan 1990-an. Deru bisnis KTA Stanchard semakin kencang di awal tahun 2000 dan sampai kini sudah ratusan ribu nasabah KTA dikantonginya.
Seolah tak mau kalah, bank asal Belanda yaitu ABN-AMRO juga meluncurkan program KTA yang dinamakan Personal Loan. Dengan bunga yang sama untuk masa pinjaman 1 sampai 3 tahun, ABN-AMRO menyediakan kredit mulai Rp 4 juta sampai Rp 100 juta. Peminat Personal Loan ABN-AMRO ini ternyata terus bertambah, apalagi ditunjang dengan pemsaran yang agresif baik melalui Man di berbagai media.
Penasehat keuangan Safir Senduk menilai KTA merupakan karya inovatif dan cerdik institusi keuangan dalam memasarkan produknya. “Sampai kapan pun orang pasti tertarik dengan namanya kredit, karena orang yang tidak punya uang saja pinjam. Demikian pula orang yang punya. Karenanya semua produk kredit pasti diminati,” jelasnya.
Benarkah KTA ini betul-betul tanpa agunan? Sebab jika dicari di buku mana pun yang namanya kredit pasti dikaitkan dengan agunan atau jaminan. Jika agunan yang dimaksud adalah yang berbentuk fisik macam mobil, rumah, atau tanah maka pemohon KTA sekilas memang tak perlu menjaminkan apa-apa.
Namun sebenarnya jika dicermati sebenarnya KTA juga membutuhkan agunan hanya saja tidak berupa benda jaminan. Dalam bisnis KTA yang menjadi jaminan adalah gaji para pemohon KTA. Jadi jangan heran jika umumnya syarat utama untuk memperoleh KTA adalah lampiran slip gaji dari karyawan yang memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Penghasilan tetap inilah yang nantinya diharapkan menjadi sumber pembayaran cicilan kredit yang diberikan. Syarat lain adalah adanya minimal masa kerja seseorang di sebuah perusahaan.
Oleh sebab itu besarnya kredit yang bisa dicairkan lewat KTA selalu mengacu pada gaji atau penghasilan yang diterima sang nasabah. Biasanya, besaran kredit yang bisa diterima berkisar antara 3 sampai 4 kali gaji yang diterima. Besaran cicilan pun antara 30% atau 40% dari penghasilan. Artinya jika dalam sebulan seorang karyawan mendapat penghasilan kotor Rp 10 juta maka mustahil ia akan mendapat pinjaman Rp 100 juta misalnya.
Selain pembatasan jumlah pinjaman yang bisa diberikan pada nasabah, pihak bank hanya menyediakan jangka waktu pinjaman yang pendek. Hal ini untuk meminimalisir resiko yang mungkin timbul. Karenanya sangat jarang ada bank yang menyalurkan KTA dengan masa cicilan melebihi 5 tahun. Kebanyakan bank hanya menyediakan rentang waktu antara 1 tahun sampai 3 tahun.
Sebenarnya KTA ini mirip-mirip dengan kartu kredit, artinya keduanya mensyaratkan adanya slip gaji atau keterangan penghasilan yang diterima. Bedanya jika dalam kartu kredit diberikan kartu sebagai alat pencairan kredit yang diberikan, maka dalam KTA diberikan dana tunai secara sekaligus.
Besarnya peluang dalam bisnis KTA yang masuk dalam kredit konsumtif ini rupanya juga membuat beberapa bank nasional tergiur mencicipi gurihnya kue KTA. Bank Mandiri misalnya segera meluncurkan KTA yang diberi nama Kredit Bebas Agunan. Besaran kredit yang ditawarkan mulai Rp 5 juta sampai Rp 200 juta. Hebatnya lagi bank milik pemerintah ini berani memberikan pinjaman sampai 5 kali penghasilan atau 2,5 kali limit kartu kredit yang dimiliki. Masa kreditnya pun dapat dipilih dari yang terpendek 12 bulan dan maksimal 36 bulan. Selain itu BNI punya produk andalan yaitu BNI Fleksi.
Uniknya, para pensiunan dapat pula menjadi nasabah KTA ala BNI ini. Kredit yang ditawarkan berada dalam rentang Rp 5 juta sampai Rp 30 juta. Hanya saja untuk pensiunan batas maksimalnya adalah Rp 15 juta.
Sedangkan Bank Bukopin tanpa ragu mengeluarkan produk KTA berlabel Kredit Serba Guna. Hanya dengan pendapatan minimum Rp 2 juta per bulan, maka peminat Kredit Serba Guna ini dapat mendapatkan pinjaman sampai Rp 25 juta.
Meskipun namanya kredit konsumtif tetapi bisa saja penerima KTA menggunakannya untuk tujuan investasi maupun produktif. Misalnya saja menggunakan KTA untuk menutup kekurangan dana untuk membeli rumah atau tanah. Sekilas memang konsumtif, namun sebenarnya jika tepat dilakukan akan menjadi investasi. Sebab biasanya harga rumah atau tanah semakin lama akan mengalami peningkatan.
Cara lain adalah memakai KTA untuk menambah modal usaha, membeli peralatan penunjang usaha, maupun memperbesar usaha. Kemudahan pencairan KTA akan menjadi nilai tambah bagi pengusaha yang membutuhkan dana segera clan tanpa proses yang njelimet.
Sektor KTA ini diperkirakan masih akan cerah di tahun depan. Data BI di tahun 2005 menunjukkan pertumbuhan kredit konsumsi mengalami peningkatan sejak tahun 2002. Pada bulan Mei 2005 kredit konsumsi tumbuh 36,42% dibanding periode yang sama di tahun 2004.
Angka ini mengalahkan pertumbuhan kredit modal kerja yang hanya tumbuh 29,84% dan kredit investasi yang hanya mencapai 17,46%. Hal ini menunjukkan kredit konsumsi masih menjadi primadona kalangan perbankan sebagai sumber pendapatan utama karena masih tingginya suku bunga dan terutama tingginya resiko penyaluran kredit ke sektor riil. Yang termasuk kredit konsumsi antara lain KTA, kredit kepemilikan rumah (KPR), dan kredit kepemilikan kendaraan bermotor.
Permohonan KTA biasanya juga akan meningkat pada bulan-bulan tertentu. Yang paling umum adalah peningkatan yang lumayan signifikan menjelang Lebaran atau Natal. Saat dimulainya tahun ajaran baru juga membuat orang berpaling ke KTA sebagai alternatif pembiayaan cepat.
Nah, berminat mengajukan permohonan KTA? Jika Anda cerdik, maka KTA akan makin mempermudah hidup Anda. Namun jika salah mengkalkulasi maka KTA malah akan mempersulit hidup Anda. Jadi semuanya berpulang kepada Anda.
Karyawan Kantoran Paling Diincar Hidup di tengah kota besar, terlebih di Jakarta, rasanya tidak bisa lepas dari kredit. Tidak pandang bulu, dari mereka yang hidup pas-pasan sampai golongan jetset yang bingung menghabiskan uangnya, tidak lepas dari kredit. Inilah gaya hidup metropolitan.
Dinamika gaya hidup tadi mendatangkan peluang bisnis tersendiri bagi kalangan perbankan. Beragam produk kredit tanpa agunan seolah menjadi solusi bagi kebutuhan dana tunai bagi sebagian masyarakat.
Memang sebagian besar pemain di kredit tanpa agunan ini datang dari bank-bank asing. Bahkan pelopor kredit tanpa agunan di Indonesia datang dari bank asing. Mungkin hat ini disebabkan manajemen pengelolaan resiko mereka lebih ketat, namun sekaligus juga berani melakukan improvisasi produk. Program promosi besar-besaran pun tak ragu mereka gelar dengan dukungan dana yang besar pula.
ABN-AMRO Personal Loan-nya Meraup 200 ribuan Nasabah Besarnya kebutuhan masyarakat akan dana tunai benar-benar disadari oleh ABN-AMRO. Bank asal Belanda ini punya produk andalan yang hadir untuk masyarakat yaitu Personal Loan. Menurut I Wayan Harimabawa, Personal Loan, Credit Card Feature & Alternative Channel Product Head ABN-AMRO, sampai saat ini ABN-AMRO telah telah meraup 200 ribuan nasabah dengan jaringan di 20 kota besar di Indonesia, serta melibatkan 2.000-an penjual langsung.
Bila masing-masing nasabah mengambil kredit batas minimal yaitu Rp. 4 juta saja maka setidaknya total kredit yang disalurkan bisa mencapai Rp. 800 miliar. Jelas angka yang sangat menggiurkan.
Kredit yang merupakan produk bank yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 1826 ini bisa didapatkan oleh siapa saja yang layak. Dari mana kelayakan diukur? Pertama kelayakan dilihat dari kemampuan nasabah untuk mengembalikan pinjaman. Dengan demikian meski disebut tanpa agunan bukan berarti tidak ada jaminan apapun.
Ada beberapa ukuran supaya seseorang dianggap layak. Pertama memiliki pendapatan Rp. 3 juts per bulan, usia antara 22- 55, memiliki stabilitas keuangan yang dibuktikan dengan kemampuan menabung dan pendapatan tetap. Soal resiko, karena namanya tanpa agunan maka risiko yang ada dalam setiap peminjaman dibebankan pada konsumen juga dalam bentuk menetapkan bunga yang relatif tinggi.
ABN-AMRO saat ini mematok tingkat suku bunga pada level 1,79% per bulan (flat). Sepintas angka ini kelihatan kecil. Namun coba kalikan dengan 12 bulan dan akan kefemu dengan bunga 21,48% per tahun. Cukup lumayan bukan?
Lalu bagaimana dengan momok kredit macet? ABN-AMRO mengatakan bahwa besaran kredit macet dalam program ini masih dapat dikendalikan. Prinsip kehatihatian dan keamanan memang menjadi pedoman wajib lembaga keuangan dan perbankan.
Selanjutnya bila melihat masa depan program ini, ABN-AMRO dengan Personal Loan-nya menetapkan target penyaluran kredit di tahun 2006 cukup besar, yaitu berkisar 20% dengan pertumbuhan volume 25%-30%. Itu artinya di tahun ini, diharapkan ada tambahan sekitar 20 ribuan nasabah.
Umumnya di bulan-bulan tertentu akan ada kenaikan jumlah kredit yang dicairkan. Yang paling nyata adalah menjelang hari raya Lebaran akan terjadi kenaikan jumlah nasabah karena banyak orang yang membutuhkan dana tunai untuk berbagai kebutuhan. Wayan menuturkan menjelang Lebaran lalu permohonan yang disetujui mengalami kenaikan sampai 15-20%.
Berkaitan tentang karakteristik nasabah, ABN-AMRO tidak membuat kriteria khusus. Pagu kredit yang tersedia antara Rp. 4 juta sampai dengan Rp. 100 juta. Acuan berapa jumlah kredit yang bisa diakses oleh nasabah sekali lagi adalah kemampuan melunasinya. Mampu di sini berarti jumlah total cicilan yang ditanggungnya tidak boleh lebih dari 30-40% pendapatannya.
HSBC KTA-KU: Dapat Memilih Model Angsuran Bank yang bermarkas di London, Inggris ini tidak mau kalah dengan bank lain dalam meluncurkan kredit tanpa agunan. Bahkan pagu maksimal yang ditawarkannya mencapai Rp 125 juta.
Dengan mengusung produk berlabel KTA-KU, singkatan dari Kredit Tanpa Agunan-KU, HSBC menawarkan beragam fasilitas dan kemudahan. Menurut keterangan dari pihak HSBC, produk KTA-KU cukup mudah prosedurnya. Seperti yang dituturkan oleh Monique Widjanarko, Assistant Manager Public Affairs HSBC, “HSBC melihat adanya suatu segmen masyarakat yang membutuhkan kredit dengan prosedur yang sederhana dan tanpa adanya jaminan.”
Selanjutnya ia menjelaskan untuk mendapat dana ini prosedurnya sederhana, antara lain cukup menyertakan KTP, slip gaji, fotocopy kartu kredit, NPWP Namun tidak semua syarat itu mesti dipenuhi sebab tergantung profesi calon nasabah pula.
Misalnya bagi karyawan kantoran, syaratnya lebih mudah dan hanya diminta KTP, slip gaji dan fotocopy buku tabungan. Sementara bagi wiraswasta maupun profesional (pengacara, dokter) menambah 2 syarat lagi yaitu fotocopy kartu kredit dan fotocopy SUP (bagi wiraswasta) atau surat ijin profesi (bagi profesional). Untuk yang mengajukan aplikasi dana lebih dari 50 juta hingga 125 juta, calon nasabah diminta menyertaikan NPWP. Semua ini dilakukan demi asas kehati-hatian dari pihak HSBC.
Sasaran nasabah dari KTA-KU ini adalah mereka berpenghasilan Rp 3 juta ke atas per bulannya dan berusia antara 26-55 tahun. Marketing produk ini dilakukan HSBC dengan cara konvensional yaitu exhibition dan canvassing, atau penawaran secara langsung kepada konsumen. Namun hanya dengan cara ini saja sudah mampu menjaring cukup banyak klien. Ketika ditanya berapa besar jumlah mereka yang aplikasi dana KTA-KU ini, Monique mengelak memberikan angka yang pasti. “Sudah ratusan ribu,” jawab Monique diplomatis.
Salah satu daya tarik KTA-KU ini adalah besaran bunga yang relatif rendah bila dibandingkan bank-bank asing lainnya. KTA-KU ini dikenai bunga kompetitif antara 1,60% sampai 1,99% tergantung besar dana yang dipinjam. Daya tarik lain adalah nasabah dapat menentukan sendiri pilihan cara menghitung angsurannya. Ada 2 pilihan yang ditawarkan, yaitu Angsuran Tetap - dimana nilai angsuran bulanan adalah sama selama masa pinjaman dan Angsuran Bertingkat - dimana nilai angsuran bulanan pada tahun pertama lebih kecil dari tahun kedua dan ketiga (untuk pinjaman 3 tahun).
Standard Chartered Bank Kredit Tanpa Agunan: Maksimal Pinjaman Paling Tinggi Standar Chartered Bank (Stanchard) adalah bank yang paling banyak memberikan pagu pinjaman tanpa agunan ini, tidak tanggung-tanggung maksimal 150 juta bisa diperoleh nasabahnya. Kredit Tanpa Agunan (KTA) demikian nama produk pinjaman yang diperkenalkan oleh Stanchard.
Selain besarnya pinjaman yang bisa diperoleh, KTA ini memberi fleksibilitas cara peminjaman bagi nasabahnya. Fasilitas pertama adalah KTA-Cicilan Tetap, yaitu seluruh pinjaman (maksimal Rp 150 juta) diambil seluruhnya oleh nasabah. Besarnya cicilan adalah tetap dan dapat memilih jangka waktu 1 sampai 5 tahun.Nasabah dikenai biaya provisi sebesar 3% dari besarnya pinjaman.
Fasilitas kedua, adalah model pinjaman yang tidak kita temui di penawaran beberapa bank lain yaitu KTA-Overdraft (Cerukan). Total pinjaman yang diperbolehkan adalah Rp 100 juta. Jangka waktunya dibatasi 1 tahun, namun dapat diperbaharui kembali. Keistimewaannya adalah nasabah tidak perlu mengambil seluruh pinjaman pada saat yang bersamaan dan bunga dikenakan sesuai dana yang ditarik. Misalkan meminjam Rp 100 juta, maka pada bulan pertama ditarik dana Rp 50 juta, maka bunga hanya dikenakan pada Rp 50 juta itu saja.
Persyaratan untuk mendapatkan KTA ini adalah karyawan atau wiraswasta yang berpenghasilan bersih minimal 2 juta (karyawan) atau 2,5 juta (wiraswasta). Usia yang diperkenankan bank ini mengajukan pinjaman adalah yang paling jauh rentangnya, yaitu 21-60 tahun. Bandingkan dengan bank-bank lain yang umumnya membatasi hanya sampai usia 55 tahun saja.
Seiring dengan keleluasaan yang diberikan Stanchard ini, dokumen yang dibutuhkan pun sama bila dibandingkan bank lain. Contoh bagi karyawan, hanya membutuhkan fotocopy KTP, slip gaji terakhir dan biasanya fotocopy rekening bank 3 bulan terakhir. Ini persyaratan standar. Namun bila hendak mengajukan aplikasi ke KTA- Overdraft atau pinjaman di atas 50 juta, masih perlu ditambah dengan menyerahkan NPWP pribadi.
Namun sayangnya KTA ini hanya membatasi bagi karyawan atau wiraswasta yang tinggal di kota-kota tertentu saja. Kota-kota itu adalah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Yogyakarta, Solo, Bali, Makassar, Palembang, Malang, Kudus, Cirebon, Pekanbaru, Balikpapan, Samarinda dan Batam. Jadi bila Anda tinggal di luar kota-kota itu nampaknya masih harus sabar menunggu untuk bisa mendapatkan layanan KTA ini.
Sumber: Majalah Inview Original source: http://solusipinjaman.wordpress.com/2008/10/15/jamannya-ngutang-tanpa-jaminan/ Latest Related Titles in Subcategories of "finance" section |
